By Nayu Novita
Capek dengan gaya pacaran kamu yang seolah jalan di tempat..? Mungkin sudah saatnya kamu mengajak si dia menjajaki komitmen tentang masa depan. Ini caranya…….
Cintai diri sendiri
Tanpa rasa nyaman terhadap diri sendiri, jangan harap orang lain akan mencintai kamu. Manfaatkan waktu untuk menikmati hobi, mengembangkan wawasan, serta menggali aspek spiritual, supaya diri kamu selalu “berisi” dan tampil berseri-seri. Selain berguna untuk menggali rasa percaya diri dan membuat kamu merasa happy sepanjang hari, berbagai aktivitas ini juga kian membuat kamu terlihat menarik di mata si dia. Perempuan yang tahu apa kemauannya akan selalu tampak seksi di mata pria..
Ekspresikan cinta tanpa syarat
Hubungan yang kuat tidak hanya didasarkan pada kenyamanan terhadap diri satu sama lain. Perasaan sayang juga perlu diungkapkan dalam bentuk tindakan. Ekspresikan rasa cinta kamu kepada kekasih lewat pandangan mata dan sentuhan lembut. Sekali-sekali, tak ada salahnya kamu memberikan kejutan kecil seperti memasak makanan kesukaannya (meski hasilnya tidak seenak yang dibeli di restoran..). Yang penting, dia tahu bahwa Anda tidak keberatan “bersusah-susah” demi dirinya.
No “drama queen”
Salah satu ciri hubungan asmara yang dewasa, menurut John Graydalam buku Mars and Venus on a Date, adalah kedua belah pihak tahu betul bagaimana memposisikan diri serta memainkan peran didalamnya. Makanya, singkirkan jauh-jauh kebiasaan buruk yang bisa merusak hubungan, seperti membesar-besarkan masalah, ngambek tanpa sebab, serta mencemburui semua perempuan yang dekat dengannya. Pria mana yang mau terus-terusan menjalani hubungan cinta yang seperti “roller coaster”..?
Berikan waktu baginya
Dibandingkan perempuan, kaum Adam akan berpikir jauh lebih lama sebelum memutuskan untuk berkomitmen. Memang ada pria yang sedari awal berkenalan sudah mengaku hendak mencari calon istri. Tetapi tetap saja, meski tak ingin “main-main lagi” dan sudah menemukan seseorang yang memenuhi ekspektasinya akan calon pendamping, seorang pria butuh waktu untuk memastikan bahwa dirinya sudah mantap menjalani hubungan serius. Waktu penantian akan lebih lama, apabila dia masih belum ajeg dalam berkarier. Jadi, sabar-sabar saja menunggu, ya..?
Santai saja
Sambil menanti dia berpikir, jangan sia-siakan waktu kamu dengan menekuk wajah dan memikirkan hal-hal negatif.. Santai saja.. Nikmati saat-saat kamu berkencan dengannya dan jangan malah menambah beban pikirannya dengan memasang tampang angker sepanjang hari. Miliki rasa humor dan jadikan ajang kencan menjadi ajang ngobrol yang nyaman dan menyenangkan. Dia akan menyadari bahwa kamu adalah pasangan yang layak dipertahankan karena kehadiran kamu membuat hari-harinya terasa lebih menyenangkan..
Saling menghargai
Penghargaan yang diberikan oleh orang terkasih bisa menjadi suplemen paling ampuh dalam mengembangkan diri. Terlebih, menurut Michael Gurian, penulis buku The Male Brain, pria senang dikagumi. Makanya, sebagai kekasih, jadikan diri kamu penyulut semangat si dia dengan memberikan penghargaan atas berbagai prestasi yang diraihnya. Dia tentunya akan memastikan kamu selalu mendapatkan tempat teristimewa di dalam hatinya dan tak butuh waktu lama untuk menjadikan kamu pendamping hidupnya…
Bicarakan dengannya
Jika merasa perlu berbicara dengannya, pertimbangkan dengan matang pendekatan yang akan kamu lakukan. Hindari mengungkit masalah komitmen dengan kalimat yang bernada serius (yang malah membuatnya terintimidasi..). Sebaliknya, akan menguntungkan apabila kamu mampu menunjukkan sikap positif dan santai. Katakan bahwa kamu merasa sangat senang menghabiskan waktu bersamanya, dan tanyakan apakah dia pun berpendapat serupa…
Move on
Kamu telah melakukan berbagai pendekatan, namun si dia tak juga mau diajak berkomitmen? Mungkin sudah saatnya memberikan ruang yang lebih lapang bagi kamu berdua berpikir. Rencanakan perjalanan liburan seorang diri selama beberapa hari. Selama terpisah jarak, dia akan menyadari perasaan kehilangan dan tak lengkap tanpa kehadiran kamu. Supaya tidak kehilangan lagi, dia akan menyatakan diri siap untuk berkomitmen.. Namun, apabila dia merasa baik-baik saja atau bahkan senang karena mendapat “kebebasan”, berarti sudah saatnya untuk move on dan mencari orang lain yang mampu memenuhi harapanmu…
Kan semua tetap akan baik-baik saja, bagaimana…..??
(Diambil dari kompas.com, Rabu, 22/7)
Sangat2 setuju kl ada komitmen dari 2 belah pihak…jadi apapun nanti cobaan, rintangan, hambatan, dsb nya mudah2an dapat di lalui bersama-sama.
ya..ya..komitmen memang harus d bangun pd setiap hub. apalagi ketika hub ntu mulai mengalami goncangan..
tapi pd dasar na ketika hubungan dgn komitmen ntu t’jadi ke 22 na harus m’jalani sesuai komit tsb alias bukan asal omong or janji doank!
well..aq rasa hub dgn komit percuma tuch! kenapa? coz “semua na” apabila tdk d dasari oleh rasa cinta dr hati yg t’dalam mn mungkin bs t’jadi ?!!!
iya…jadi semua perlu dilandasi cinta dulu yaa….
cinta dri lubuk hati terdalam….. boleh juga tuuuu….
cinta….sayang …..sepasang kekasih adalah take and give.
Didalamnya ada rasa saling respect,saling percaya,komunikasi yg baik,kejujuran,kesetiaan…sehingga timbul rasa nyaman….
Dan jangan lupa ekspresi cinta 7 kasih sayang,semua itu pupuk2 dan siraman utk pohon cinta,agar tumbuh subur dan berbunga….
Gitu kali yee….
Teorinya begitu…ideal banget ya…
Tapi tau gak…(pengalaman nih yee)…sampai kapanpun(sp menikah sekalipun),,gak ada tuh yg namanya sepaham/sejalan/se…..lain2nya,cintapun …
yg ada mencocok2kan diri satu sama lainnya.
[...] May 2010 by -dN5 Dian Sastrowardoyo yang dinikahi tunangannya Indraguna Sutowo pada Selasa, 18 Mei 2010 kemarin rupanya mengundang banyak perhatian [...]
[...] sendiri mengakui bahwa dirinya sudah mengenal lama pria yang belum mau ia sebutkan namanya itu, Ayu baru merasa cocok baru-baru ini. “Makin lama [...]
[...] kamu terus membayari kencan dengan alasan harus berhemat untuk masa depan kamu dan dia. Lain soal jika dia sudah resmi menjadi pasangan hidup di bawah ikatan pernikahan, nominal gaji harus kamu sampaikan. Ini [...]