By Afra Mayriani
–> dari judul asli “6 Hal yang Membuat Pria ‘Gerah’“
Si dia paling tidak nyaman ketika kamu memaksanya selalu hadir menemani ke setiap pesta pernikahan teman-teman kamu. Sebab alasan kamu mengajak pasangan sebenarnya hanya untuk memamerkan dirinya di depan teman-teman kamu. Hal sepele yang membuat kamu beradu mulut setiap akhir minggu.
Sebenarnya kaum hawa perlu lebih mengerti pola pikir pria, kamu harus pintar membaca gurat yang tidak tersirat. Maksudnya walaupun si dia selalu menampakkan wajah manisnya di depan kamu, bukan berarti ia selalu happy di dalam hatinya. Karena itu, untuk lebih memahami pria, mari mengenal lebih dekat beberapa hal yang tidak disukai pria dari pasangannya.
Waktuku (bukan) hanya untukmu. Sebesar apapun cinta para pria padamu, mereka tidak menyukai pasangan yang menuntut perhatian penuh sepanjang waktu. Termasuk ketika pasangan terlalu mengekang dan mewajibkan seluruh waktunya hanya untuk kekasihnya. Meski demikian, jika memang ia bisa, sudah pasti ia akan meluangkan waktu bersama kamu. Tapi, jika ia mulai gerah dengan tuntutan kamu, bukan berarti cintanya tidak tulus. Intinya, pria butuh ruang untuk bergerak secara leluasa. Entah untuk hobi mengutak-atik motor atau riding bersama klub motornya hingga malam futsal bersama teman-temannya.
Solusinya bagi kamu adalah mengimbangi sisi maskulin tersebut. Misalnya sesekali ikut serta dalam kegiatan tersebut. Hindari juga kecemburuan, karena alasan kamu akan dianggap tidak masuk akal. Meski sebenarnya wajar saja kamu juga merasa gerah dengan boys night out suami. Tapi, tenang saja. Ia hanya pergi selama beberapa jam dan akan kembali dengan perasaan senang ke dekapan kamu, kapanpun kamu mau.
Kencan sambil shopping. Banyak sekali wanita yang bersyukur jika mempunyai pasangan yang mau diajak window shopping dan belanja ke mal. Asal tahu saja, ya, hampir semua lelaki benci sekali berlama-lama di pusat perbelanjaan. Apalagi ketika kamu betah bolak-balik memilih satu pasang sepatu di tiga toko berbeda atau lebih. Jika bosan, ia biasanya akan memberikan komentar asal-asalan ketika kamu memintai pendapatnya.
Masih tetap ingin mengajak pasangan berbelanja? Boleh saja. Asalkan kamu sudah tahu kebutuhan yang ingin dibeli. Lalu pastikan waktunya tidak terlalu lama. Selain itu, lebih baik urusan shopping diserahkan pada para sahabat perempuan kamu.
Cerewet. Kebanyakan pria juga sebal kalau pasangannya terlalu cerewet. Padahal sudah dari sananya wanita berbakat cerewet dan suka mengatur. Kamu harus ingat, pria memang senang diperhatikan oleh pasangannya. Diperlakukan seperti ini, bukan tak mungkin si dia merasa “kamu adalah The One”. Namun, kalau berlebihan sampai seperti ibunya, rasanya jengah juga.
Solusinya, posisikan diri kamu sebagai sahabatnya, yang senantiasa punya waktu dan kuping lebar untuk mendengar keluh-kesahnya seharian. kamu juga harus bijak tanpa harus mengeluarkan jurus cerewet. Jika ia meminta pendapat, jangan langsung menghakiminya, melainkan berilah si dia masukan berbumbu guyonan agar egonya tak tersinggung.
Hobi gossip. Selain shopping, wanita seringkali memanjakan diri dengan bergosip sambil ngopi bersama sahabatnya. Gosipnya bisa beraneka macam, mulai dari si Rika yang beli sepatu baru jutaan rupiah, hingga bos di kantor yang genit, dan pacar salah satu sahabatnya yang sangat perhatian.
Nah, bila “topik berbumbu” ini keluar di tengah obrolan ketika si dia ada, sudah dipastikan lama-lama akan membuatnya bete juga. Laki-laki biasanya malas bergosip karena menganggap kegiatan ini membuang waktu dan energi. Apalagi jika topiknya melebar ke mana-mana. Solusinya, cukup bergosip dengan para sahabat perempuan, daripada si dia malah minggat karena tidak tahan dengan gosipan kamu atau mengganggap mulut kamu “berbisa”.
Diam tak selalu emas. Ketika keadaan memanas, kamu memilih diam seribu bahasa karena merasa kata-kata tidak akan menyelesaikan masalah. Padahal pria cenderung tidak suka bila pasangannya melancarkan aksi membisu. Mereka lebih suka kamu mengutarakan langsung masalah yang sedang dihadapi. Apalagi bila si dia menganggap masalah tersebut adalah masalah kecil, yang biasanya dianggap besar oleh wanita.
Aksi mendiamkan pasangan yang senang dilakukan oleh wanita pada dasarnya justru membuat puas kamu, bukan? Ini namanya silent treatment, yang digadang-gadang sebagai hukuman terberat untuk pasangan. Suami atau pacar bisa saja frustrasi jika kamu mendiamkannya. Tapi, ingat-ingat lagi, apakah masalah bisa tuntas dengan cara ini?
Lebih baik, tempatkan kebiasaan ini pada masalah yang tepat. Jika memang bisa dibicarakan, langsung saja ungkapkan. Apalagi jika dapat diselesaikan hari itu juga. Buang segala kekesalan di hari dengan kata-kata yang mudah dicerna dan tidak bernada kemarahan. Aksi diam tak selamanya dapat memperbaiki keadaan. Selanjutnya, jika hanya masalah kebiasaan membuang sampah atau menggosok gigi sebelum tidur, dan lain-lain, jangan dibesar-besarkan, ya.
Menyembunyikan uang. Tak hanya pria, wanita juga sering menyembunyikan persoalan keuangan dari pasangannya. Jika masih dalam tahap penjajakan, wajar saja. Tetapi, bagi pasangan yang sudah serius apalagi telah menikah, bisa menjadi malapetaka. Kaum Adam senang, kok, kalau pasangan terbuka tentang masalah finansial, termasuk rencana keuangan kamu
Solusinya, terbukalah. Apalagi jika pasangan juga membuka lebar kondisi keuangannya. Keterbukaan akan memperlihat “lubang-lubang” mana yang harus ditutupi. Termasuk jika kamu masih harus menyokong kebutuhan keluarga besar. Suami akan merasa dibohongi jika diam-diam kamu membantu keluarga. Bisa saja, ia ingin ikut turun tangan meringankan beban kamu, kan? Ingat, daripada runyam baik memilih jalan yang tidak terlalu menepi ke jurang kebohongan demi kebohongan.
Good luck, ladies!
——————————————————————-
(Sumber NovaTabloid /Images F Julius, Asmarie)