Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Aktivitas Kantor’ Category

perempuan di kantorMungkin saja sebuah senyum menjadi semacam penyakit menular. Kalau anda sedang galau karena sebuah tugas di kantor, kemudian datanglah seorang teman pria dan dia senyum-senyum pada dirimu. Bagaimana rasanya? Tanpa sadar hati kita pun mencair, walau masih ingat pada kegalauan kita tersebut.

Seperti yang ditulis pada situs DailyMail, yang disusun oleh F Harmandini pada situs femaleKompas, “Senyum Pria Bikin Wanita Gampang Luluh” berdasar pada penelitian yang dilakukan oleh University of Granada menunjukkan, perempuan cenderung akan mematuhi pria jika pria memancarkan senyumannya pada mereka. Reaksi para perempuan ketika berinteraksi dengan rekan-rekan pria dalam berbagai kesempatan ini sempat direkam oleh para peneliti.

(more…)

Advertisements

Read Full Post »

By Felicitas Harmandini

–> dari judul asLi “Mengapa Jabat Tangan Itu Perlu?

jabat tanganJabat tangan sudah menjadi tradisi atau kebiasaan, sehingga Anda tak berpikir panjang lagi ketika menjabat tangan seseorang yang baru Anda kenal, atau justru teman lama yang baru ditemui lagi.

Tetapi berkembangnya berbagai penyakit yang timbul akibat penyebaran kuman di udara, membuat orang jadi parno. Mereka segan bersalaman. Banyak yang kini menyimpan hand sanitizer di dalam tas, supaya bisa mencuci tangannya dengan gel antiseptik tersebut segera setelah bersalaman dengan orang lain.

(more…)

Read Full Post »

By Hesti Pratiwi

–> Dari judul asli “4 Sikap Tubuh Perempuan Sukses

wanita karierTak bisa dipungkiri selain dari pengetahuan, skill dan sikap yang namanya bahasa tubuh juga penting dalam dunia karier. kalau Anda perhatikan bahasa tubuh perempuan-perempuan yang memegang jabatan penting di kantor pasti Anda akan melihat sikap tubuh yang penuh percaya diri.

Cara Anda membawa diri dan berbicara dengan orang lain dapat meyakinkan bos bahwa Andalah orang yang paling tepat mendapat promosi (selain kemampuan yang menunjang tentunya). Bila Anda terlihat tampil tidak meyakinkan akan sulit membuat orang mendengarkan Anda. Pelajari sikap tubuh yang memancarkan kepercayaan diri Anda dari Judith Humphrey seorang Leadership Experts, penulis buku “Speaking as a Leader” sekaligus President dari Humphrey Group.

(more…)

Read Full Post »

Begitulah harapan seorang pekerja perempuan yang memulai karirnya di sebuah perusahaan. Apakah harapan ini wajar? Tentu saja, cobalah lihat dulu bagaimana fasilitas dan kebijakan yang memang dirancang untuk kaum perempuan.

Kerepotan akan tiba bila ternyata perempuan yang dituju tidak memanjakan melalui kebijakannya, carilah dimana kebijakan dan fasilitas perusahaan tersebut sangat melindungi hak-hak perempuan.

Seperti yang ditulis oleh seorang jurnalis perempuan di situs femaleKompas, Felicitas Harmandini yang mengutip Cosmopolitan, seperti perusahaan tersebut.

Karyawan direkrut berdasarkan keberagaman dan dibina sejak awal. Perusahaan ramah perempuan memberi pelatihan untuk setiap karyawan untuk menularkan sikap suportif dan menerima karyawan lain, apapun latar belakangnya.

(more…)

Read Full Post »

Wanita KarirSeorang teman mengirimkan sebuah sms, kira-kira begini bunyinya, “Aku sudah ga betah deh kerja di sini, soalnya banyak orang yang cari muka…” nah, loh… Kenapa orang-orang di tempat kerja kita mencari muka? Muka siapa saja yang dicari?

Ah, selalu saja banyak alasan kenapa seseorang ingin mengundurkan diri (resign) dari tempatnya bekerja saat ini, bisa juga karyawan-karyawan di sebuah perusahaan merasa sudah cukup punya bekal untuk menerima tantangan yang lebih besar di tempat lain.

(more…)

Read Full Post »

–> Dari Judul asli “Tampil Modis di Tempat Kerja

By Yulia Sapthiani

M by MusaSeorang perempuan pekerja bisa tampil modis dan elegan di tengah kesibukannya di depan komputer, menghadiri rapat, atau bertemu klien. Dengan sentuhan mode, mereka bisa tampil dengan gaya berbeda hanya dengan satu baju utama.

Di dalam buku Mode dalam Sejarah diceritakan, desain khusus busana kerja sudah dikenal sejak tahun 1800-an. Adalah seorang perempuan bernama Elizabeth Smith Miller yang menciptakan busana kerja yang disebut bloomer, yaitu gaun longgar selutut yang dipakai di atas celana baggy.

Meski dibuat Miller, model pakaian ini dipopulerkan oleh pengacara bernama Amelia Bloomer pada tahun 1850-an sehingga namanya dipakai sebagai nama busana tersebut.

(more…)

Read Full Post »

By Eileen Rachman/Sylvina Savitri

— Dari judul asli “Agar “Mesra” dengan Atasan

semangat kerjaSeorang teman merasa tidak cocok dengan atasannya. Ia mengatakan, atasannya sering tidak merespek dirinya, misalnya, memarahinya di depan umum. Hubungan atasan-bawahan terasa tidak harmonis. Namun, tidak satu pun di antara kedua belah pihak merasa bahwa ada yang salah dalam hubungan kerja mereka. Padahal, hubungan atasan-bawahan tersebut sudah berjalan dalam jangka waktu yang cukup lama. Hanya saja, tidak terasa adanya kata sepakat atau tepatnya kemesraan di antara mereka. Apakah kedua eksekutif ini berbeda persepsi, atau apakah mereka memang tidak mempunyai chemistry?

Sedikit-banyak, hubungan yang tidak mesra antara atasan-bawahan pastilah akan memengaruhi kinerja, juga ownership terhadap tugas dan tim. Lalu, siapakah yang bertanggung jawab untuk menjaga kemesraan?

(more…)

Read Full Post »

Older Posts »