Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Movie’ Category

eat-pray-love the movieSelama beberapa minggu terakhir kita disuguhin berita terkait seorang bintang film asal Hollywood, Julia Roberts di Ubud, Bali untuk syuting film “Eat, Pray, Love“… Bahkan diramaikan dengan berita penolakan berupa demo dari masyarakat desa sekitar tentang pembuatan film ini…

Apakah ada hal positif kehadiran bintang ini..?? Ohh… barangkali dari segi promosi gratis bagi kepariwisataan di Indonesia… Iyaa kan…??
Sampai-sampai seorang pakar Bisnis dan Pemasaran di Jakarta tak urung menimpali.., Rhenald Kasali – menyambutnya dan mengatakan, “Kehadiran Julia Roberts di Ubud merupakan promosi yang bagus untuk Indonesia, sekaligus mempromosikan Ubud di mancanegara.

Apakah kita ikut merasa penasaran dalam hal ini…?? Apa siy cerita menyangkut kegemparan film tersebut..??

Eat, Pray, Love: katanya merupakan kisah nyata Elizabeth Gilbert, seorang jurnalis perempuan, penulis Amerika dan penulis memoar. Kronik memoar perjalanan penulis wanita ini menyusul perceraiannya yang membawa trauma dan menyakitkan.., dia merasa kehilangan hidupnya dan memutuskan untuk mengembara di sebagian belahan bumi lain….. Dan apa yang ditemukannya selama perjalanan yang resah mencari makna kehidupan…

(more…)

Advertisements

Read Full Post »

By Susi Ivvaty

Drama cinta dua manusia yang memasuki masa senja ini menjadi berbeda, karena melibatkan seluruh konflik dan pengalaman hidup masing-masing yang begitu panjang. Bukan cinta menuntut, tetapi penuh permakluman

last chance harveyDimulai di London
Harvey seorang pembuat lagu iklan yang juga komposer lagu, harus segera terbang ke London untuk menghadiri pernikahan putrinya, Susan. Pada saat yang sama, atasannya tidak lagi membutuhkannya. Bertambah kesedihan Harvey saat mengetahui bekas istrinya, Jean, lupa memasukkan namanya dalam daftar tamu yang menginap di apartemen sewaan. Harvey terpaksa menginap di hotel. Pertemuan kebetulan antara Harvey dan Kate terjadi Bandara Heathrow, London. Kate adalah petugas statistik bandara yang biasa mewawancarai penumpang pesawat. Pertemuan berlangsung biasa saja. Harvey cuek ketika Kate meminta waktu untuk wawancara.

Lama tidak berjumpa dengan Susan dan Jean yang sudah menikah lagi dengan Brian, Harvey pun kikuk. Makan malam bersama calon pengantin justru membuat Harvey seolah menjadi orang lain di tengah keluarga sendiri.
Suasana kikuk, serba salah, jengah, dan malu muncul dengan jelas. “Aku merasa kehadiranku selalu mempermalukan kalian,” kata Harvey. “Aku justru cemas kamu mempermalukan dirimu sendiri. Pulanglah Harvey, istirahatlah,” timpal Jean. Perasaan menggigit dan perih tergambar di raut wajah Harvey.
Harvey pun memutuskan pulang untuk menuntaskan pekerjaan; dan saat itulah ia kembali berjumpa dengan Kate di Bandara. Kesempatan tidak datang dua kali; dan Harvey memiliki pilihan.

Suasana komedi tidak terlalu banyak diumbar, tetapi sejumlah dialog merekamnya. Misalnya saat Harvey berkomentar soal ibu Kate yang hampir setiap menit meneleponnya. “Ibumu seperti alat kontrasepsi hidup, bisa-bisa hancurkan seksualitasmu.”
Waahh………

——————

Film “Last Chance Harvey” dibintangi oleh aktor yang tidak dapat diragukan lagi kekuatan aktingnya, Dustin Hoffman. Sebuah drama cinta dua manusia yang tidak mengenal batas usia.

Sutradara: Joel Hopkins
Tagline: It’s about first loves, last chances and everything in between.
Genre: Drama | Romance.
Release: 16 January 2009 (USA)
Awards: Nominated for 2 Golden Globes.
Cast:
Dustin Hoffman… Harvey Shine
Emma Thompson… Kate Walker
Eileen Atkins… Maggie Walker
Kathy Baker… Jean
Lian Balaban… Susan
James Brolin… Brian

(Diolah dan disarikan dari berbagai sumber: imdb.com, Kompas Minggu, 06.09.09)

Read Full Post »